Analisis Bahasa Hukum terhadap Kesesuaian Amar Putusan dengan Fakta Persidangan pada Lima Perkara Pidana di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.36709/pesastra.v3i4.185Keywords:
bahasa hukum, amar putusan, fakta persidangan, analisis wacana hukum, keterlacakan argumentatifAbstract
Putusan pidana memerlukan hubungan argumentatif yang jelas antara fakta persidangan, pertimbangan hakim, dan amar putusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme kebahasaan yang membangun kesesuaian ketiganya pada lima perkara pidana di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis wacana hukum komparatif terhadap dokumen putusan perkara pencemaran nama baik, pembunuhan berencana, dan persetubuhan terhadap anak. Analisis mencakup kesesuaian referensial, koherensi kausal dan temporal, dasar pembuktian, pemetaan fakta ke kategori yuridis, serta keterlacakan argumentatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fakta konkret mengalami rekontekstualisasi dan transformasi menjadi kategori hukum melalui konstruksi kronologis, hubungan sebab akibat, serta evaluasi yudisial. Akumulasi fakta juga menentukan bobot pertimbangan dalam pemidanaan. Perubahan pidana pada tingkat peradilan berbeda tidak selalu disertai perubahan kesimpulan mengenai kesalahan terdakwa. Penelitian menyimpulkan bahwa kesesuaian amar tidak ditentukan oleh kesamaan redaksi, melainkan oleh keterlacakan argumen dari fakta menuju pertimbangan dan keputusan. Kerangka keterlacakan argumentatif ini membantu menilai transparansi serta kejelasan penalaran yudisial dalam putusan pidana.
Downloads
References
Ardinah, Prihadi, Efendi, A., & Hartono. (2024). Construction of the argument for the decision of the Jambi District Court No. 18/Pid.Sus-TPK/2023/PN Jmb. Journal of Languages and Language Teaching, 12(1), 416–426. https://doi.org/10.33394/jollt.v12i1.9434
Dali, M. W., et al. (2025). Analisis kejelasan bahasa hukum dalam putusan hakim di Pengadilan Negeri Gorontalo. CENDEKIA: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, 2(12), 2045–2052. https://doi.org/10.62335/cendekia.v2i12.2002
Goźdź-Roszkowski, S. (2017). Signalling sites of contention in judicial discourse: An exploratory corpus-based analysis of selected stance nouns in US Supreme Court opinions and Polish Constitutional Tribunal judgments. Comparative Legilinguistics, 32, 91–117. https://doi.org/10.14746/cl.2017.32.4
Goźdź-Roszkowski, S. (2019). Marriage, liberty and constitution: A corpus-assisted study of value-laden words in legal argumentation. Research in Language, 17(1), 71–91. https://doi.org/10.2478/rela-2019-0006
Goźdź-Roszkowski, S. (2020). Move analysis of legal justifications in Constitutional Tribunal judgments in Poland: What they share and what they do not. International Journal for the Semiotics of Law, 33, 581–600. https://doi.org/10.1007/s11196-020-09700-1
Goźdź-Roszkowski, S. (2021). Corpus linguistics in legal discourse. International Journal for the Semiotics of Law, 34, 1515–1540. https://doi.org/10.1007/s11196-021-09860-8
Goźdź-Roszkowski, S., & Pontrandolfo, G. (2013). Evaluative patterns in judicial discourse: A corpus-based phraseological perspective on American and Italian criminal judgments. International Journal of Law, Language & Discourse, 3(2), 9–69.
Kurzon, D. (1997). “Legal language”: Varieties, genres, registers, discourses. International Journal of Applied Linguistics, 7(2), 119–139. https://doi.org/10.1111/j.1473-4192.1997.tb00111.x
Mazzi, D. (2010). “This argument fails for two reasons…”: A linguistic analysis of judicial evaluation strategies in US Supreme Court judgments. International Journal for the Semiotics of Law, 23(4), 373–385. https://doi.org/10.1007/s11196-010-9162-0
Pakaya, U. (2017). Bahasa hukum dalam putusan perkara pidana. Negara Hukum: Membangun Hukum untuk Keadilan dan Kesejahteraan, 8(1), 151–175. https://doi.org/10.22212/jnh.v8i1.942
Permatasari, C. C., & Laia, A. (2026). Penalaran hukum dan argumentasi dalam putusan hakim: Upaya mewujudkan keadilan substansial di Indonesia. MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(2), 688–698. https://doi.org/10.60126/maras.v4i2.1635
Pontrandolfo, G., & Goźdź-Roszkowski, S. (2014). Exploring the local grammar of evaluation: The case of adjectival patterns in American and Italian judicial discourse. Research in Language, 12(1), 71–91. https://doi.org/10.2478/rela-2014-0014
Poole, R. (2021). A corpus-aided study of stance adverbs in judicial opinions and the implications for English for Legal Purposes instruction. English for Specific Purposes, 62, 117–127. https://doi.org/10.1016/j.esp.2021.01.002
Prihantoro, & Gillings, M. (2025). The language of justice: Examining courtroom discourse in an electoral conflict. International Journal for the Semiotics of Law, 38, 2385–2407. https://doi.org/10.1007/s11196-025-10299-4
Rosaniati, Sanyoto, & Bintoro, R. W. (2021). Penerapan saksi ahli linguistik forensik sebagai alat bukti dalam pembuktian perkara pidana. Soedirman Law Review, 3(4). https://doi.org/10.20884/1.slr.2021.3.4.170
Shardimgaliev, M. (2019). Implicatures in judicial opinions. International Journal for the Semiotics of Law, 32(2), 391–415. https://doi.org/10.1007/s11196-018-09601-4
Sholihah, I., & Arimi, S. (2026). Analisis frame dalam ujaran penghinaan: Kajian linguistik forensik atas Putusan PN Dompu No. 76/PID.SUS/2016. Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1), 30–44. https://doi.org/10.26499/bahasa.v8i1.1822
Subuki, M., Nuryani, Sholeha, M., Hudaa, S., & Hariyanto, B. (2023). Konstruksi argumentasi Putusan Pengadilan Negeri Gunung Sitoli No. 07/Pid.B/2013/PN-GS: Kajian linguistik forensik. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 9(1), 89–102. https://doi.org/10.22219/kembara.v9i1.24279
Subyantoro. (2019). Linguistik forensik: Sumbangsih kajian bahasa dalam penegakan hukum. ADIL Indonesia Journal, 1(1). https://doi.org/10.35473/aij.v1i1.141
Wu, J., Cheng, L., & Yang, Y. (2022). A corpus-based interpretation of the discourse-cognitive-society triangle on Chinese court judgments. Humanities and Social Sciences Communications, 9, Article 468. https://doi.org/10.1057/s41599-022-01491-z
Bahan Hukum Primer
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2023). Putusan Nomor 813 K/Pid/2023.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2026). Putusan Nomor 142 K/PID/2026.
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (2022). Putusan Nomor 553/Pid.Sus/2022/PN JKT.SEL.
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (2023). Putusan Nomor 796/Pid.B/2022/PN JKT.SEL.
Pengadilan Negeri Medan. (2025). Putusan Nomor 284/Pid.B/2025/PN Mdn.
Pengadilan Negeri Medan. (2025). Putusan Nomor 1422/Pid.B/2025/PN Mdn.
Pengadilan Negeri Medan. (2025). Putusan Nomor 1423/Pid.B/2025/PN Mdn.
Pengadilan Negeri Sidikalang. (2025). Putusan Nomor 137/Pid.Sus/2025/PN Sdk.
Pengadilan Tinggi Medan. (2025). Putusan Nomor 2035/PID/2025/PT MDN.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Agung Dzaky Syuhada, Eylen Yossi Siagian, Najla Haifa Maulidina Tarigan, Wisman Hadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
